KUKILA


Nama buku               : Kukila 

Pengarang                : M.AAN MANSYUR

Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit             : September 2012

Jumlah halaman       : 192

Sinopsis                    : Nak, dua hal aku benci dalam hidup; September dan pohon mangga. September tidak pernah mau beranjak dari rumah. Betah. Ia sibuk meletakkan neraka di seluruh penjuru. Di ruang tamu. Di ranjang. Di meja makan. Bahkan di dada. Batang pohon mangga tetap selutut persis prasasti batu. Ia berdiri mengekalkan dosa-dosa  dan dosa adalah pemimpin yang baik bagi penyesalan-penyesalan.

                                    Kukila adalah perempuan itu, yang membenci September dan pohon mangga. Hidupnya didera rasa bersalah yang besar, kepada mantan suaminya, mantan kekasihnya, dan anak-anaknya. Kepada suratlah dia berbicara dan kepada pohon-pohonlah dia menyembunyikan masa lalu, karena rahasia, konon, akan hidup aman dalam batang-batang pohon.

                                                Selain “Kukila (Rahasia Pohon Rahasia)”, didalam buku ini ada lima belas cerita pendek lain, dikisahkan dalam kata-kata Aan Mansyur yang manis, bersahaja, kadang sedikit menggoda.

Tentu saja saya suka membaca karya-karya Aan Mansyur. Pengarang ini pintar menciptakan misteri cerita, kemudian mengurainya dengan cara yang menyeret pembaca untuk ikut mengalir sampai akhir. Jangan lupa, bagaimanapun Aan seorang penyair. Di sana-sini muncul jalinan kata-kata bernapaskan puisi yang tidak jarang membuat bahasa ceritanya lebih berbunyi.

 

   Joko Pinurbo, tukang syair

 

Kelebihan dan kekurangan buku  : Cerpen dalam buku ini memang mempunyai plot yang berbeda dengan cerita lainnya,endingnya tidak terduga,dan memberiku cukup jeda sejenak untuk merenungkan dan memahami cerita ini. Deretan kata yang tercipta puitis namun  tetap ringan. jumlah halamannya jauh lebih sedikit dibanding cerpen pertama.


Fathur Ramdani A

X.5 (Sepuluh Lima)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A GOOD MAN IS HARD TO FIND

Sulaiman Pergi ke Tanjung Cina