Muazin Pertama di Luar Angkasa
Judul Buku
: MUAZIN PERTAMA DILUAR ANGKASA
Pengarang:
kiki sulistyo
Penerbit:
Diva Press
Tahun
terbit: Desember 2021
Jumlah
halaman: 140
SINOPSIS
BUKU:
"Tidak
ada yang kebetulan di dunia. Kebetulan hanya istilah yang bersumber dari
ketidakmampuan kita mengurai sebab-akibat. Cerita-cerita dalam kumpulan ini
saya tulis dengan semangat untuk membikin jejaring yang menghubungkan banyak
peristiwa-fakta atau fiksi-yang pernah saya alami, saya dengar, saya baca, atau
saya tonton." -Kiki Sulistyo
TERKADANG,
seorang penulis tidak membuat sebuah karangan untuk menyampaikan suatu pesan
moral. Bisa saja, karya yang dituangkan dalam bentuk tulisan adalah suatu
penggambaran peristiwa fakta atau fiksi yang dirasakan, dilihat, atau didengar
oleh sang penulis. Peristiwa-peristiwa tersebut ada di mana saja dan bisa saja
saling berhubungan meski ada dalam ruang, waktu, atau bahkan lapisan dunia yang
berbeda. Setidaknya itulah yang dirasakan dan dilakukan oleh Kiki Sulistyo.
Beliau percaya bahwa mengambil partisi-partisi dari segala hal di dunia ini
lalu mengolahnya dan menyusunnya kembali merupakan kebebasan dalam sastra.
Kiki
Sulistyo adalah seorang penulis dari Kota Ampenan, Lombok. Pada tahun 2017,
beliau telah menulis kumpulan cerita pendek berjudul Belfegor dan Para
Penambang. Cerita pendek yang ditulisnya masuk ke dalam buku antologi Cerpen
Terbaik Tempo pada tahun 2017 dan Cerpen-Cerpen Terbaik basabasi.co pada tahun
2019. Kini kesibukannya adalah mengelola suatu komunitas bernama Akarpohon di
Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Melalui
antologi cerita pendek Muazin di Luar Angkasa, Kiki Sulistyo menghadirkan
cerita-cerita pendek yang bersumber dari banyak peristiwa. Buku antologi cerita
pendek yang berisikan delapan belas judul cerita pendek ini masing-masing
ceritanya mengangkat tema yang berasal dari berbagai peristiwa menarik.
Contohnya seperti Niccolo Paganini sang komponis sekaligus pemain biola asal
Italia yang kala itu dipercaya memiliki perjanjian dengan iblis dan Pamela
Paganini sang musisi tanah air yang memiliki rambut cokelat kemerahan keriting
layaknya juntaian api yang membara, kisah Nabi Adam dan Siti Hawa dengan iblis
dan buah terlarangnya, kisah Cinderella dan sepatu kaca, kisah Nabi Nuh dengan
bahtera luar biasa serta anggota keluarga yang tidak memercayainya, dan bahkan
kritikan mengenai maraknya kerusakan ekosistem lingkungan. Berbagai peristiwa
tersebut diambil, diolah atau digabungkan, dan dituliskan sedemikian rupa dalam
suatu cerita pendek yang luar biasa indah.
KELEBIHAN:
ceritanya bagus dan menarik, pengarang menuliskan cerita dengan cukup bagus,
banyak ilustrasi yang di sajikan tidak membosankan
KEKURANGAN:
setiap cerita banyak yang tidak di mengerti, dan banyak kata kata yang cukup
kurang di fahami
Assyifa Kemilau H.
X.5 (Sepuluh Lima)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar