PEMBURU ANAK
IDENTITAS BUKU:
1. Judul
= Pemburu Anak
2. Pengarang
= Hilmi Faiq
3. Penerbit
= Kepustakaan Populer Gramedia ( KPG )
4. Tahun
Terbit = Cetakan pertama, Mei 2021
5. Tebal
Halaman = xviii + 166 halaman
6. Harga
Buku = 80.000,- untuk di Pulau Jawa
SINOPSIS/ISI BUKU
Buku Kumpulan cerpen ini yang
berjudul “ Pemburu Anak “ berisi beragam cerita pendek yang sebagain besar
berkaitan dengan pandemic Covid-19. Contohnya pada cerpen yang berjudul “ Chia
Shit “, cerpen ini menceritakan tentang Aku yang terserang demam pada saat
musim pandemi Covid-19 yang takut atau khawatir apakah Aku terkena Covid atau
tidak karena pekan depan Aku harus manggung di acara ulang tahun sebuah
Perusahaan besar.
Buku ini juga berisi tentang dampak
sosial selama pandemi Covid-19 berlangsung. Contohnya terdapat pada cerpen yang
berjudul “ Panci Kering dan Tangan yang Lunglai “ pada cerita ini Euis dan Atep
serta anak-anaknya harus bertahan hidup pada masa pandemi Covid-19 dimana pada
saat itu Euis diminta bosnya berhenti bekerja membantu berjualan telur untuk
sementara waktu karena pasar ditutup, sedangkan Atep juga tidak bisa
berkeliling mencari barang pulungan karena perumahan wilayah oprasinya melarang
orang masuk demi mencegah penularan Covid-19.
Selain berkisah seputar tentang
pandemi Covid-19 buku ini juga mengangkat tema lain seperti cerpen yang
berjudul “ Pemburu Anak “ cerpen ini berkisah tentang Aku yang setiap melihat
anak kecil dapat mengetahui kelak anak kecil itu akan membawa kedamaian pada
dunia atau justru sebaliknya anak kecil itu akan membawa malapetaka pada dunia,
setelah Aku dihampiri oleh Bagus Burhan, kakekku. Di cerpen ini Aku juga diberi
misi untuk membunuh anak-anak yang kelak akan membawa malapetaka serta Aku juga
berkewajiban untuk menjamin kehidupan anak-anak yang kelak akan membawa
kedamaian dunia.
KELEBIHAN BUKU
Dalam setiap cerpennya terdapat pesan
positif yang sederhana namun memiliki makna yang mendalam, kisah-kisah di buku
ini juga berkisah seputar kehidupan sehari-hari yang di angkat secara lugas namun
tak terduga. Di buku ini juga diajarkan bahwa seseorang dapat ikut melakukan
sesuatu yang tidak sesuai dengan norma yang ada karena dorongan keadaan.
KEKURANGAN BUKU
Beberapa cerita harus di baca lebih
dari satu kali agar saya mengerti maksud dari ceritanya apa.
PENUTUP/KESIMPULAN
Secara keseluruhan buku ini menarik
untuk dibaca dan cocok untuk dibaca saat memiliki waktu luang. Buku ini cocok
untuk orang-orang yang ingin membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan
pendekatan realisme sosial dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
X.5 (Sepuluh Lima)

Komentar
Posting Komentar