Brang Wetan
Judul
: Brang Wetan
Penulis : Dadang Ari Murtono
Penerbit
: DIVA Press
Tahun terbit : 2022
Halaman : 168
Kelebihan: Kita menjadi tahu kisah hidup si penulis buku.
kekurangan : Masih banyak menggunakan bahasa kuno yang kita kurang ketahaui.
Resensi:
Jika apa yang terjadi di atas panggung
ketika ludruk berlangsung adalah ludruk pertama dan yang ada di kepala pemirsa
ketika menontonnya adalah ludruk kedua, cerita-cerita dalam buku ini adalah
sesuatu sebelum ludruk pertama. Cerita-cerita ini berada tepat di antara
krobong dan panggung, dalam perjalanan dari depan papan gedripan ke hadapan
para penonton.
Cerita-cerita ini melompati proses nyebeng
dan sepelan sehingga muncul dalam wujud yang begitu berbeda dengan yang
berlangsung di atas panggung. Ada adegan-adegan baru yang menyembul begitu
saja, ada hantu-hantu dan malaikat-malaikat yang berkeliaran di mana-mana, ada
ikan yang berenang-renang, ada keganjilan ala film kartun, dan seterusnya. Di
atas itu semua, yang lebih mencolok ialah bahwa cerita-cerita ini hadir dengan
bahasa yang berbeda: bahasa Indonesia dalam tulisan, alih-alih bahasa Jawa Arek
dalam lisan.
Thoriq Khairul Anam
X.5 (Sepuluh Lima)
Komentar
Posting Komentar